Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Saturday, March 16, 2013

Malik Sukabumi

Susno Duadji Siap Bergabung Ke PBB

Susno Duadji
sukabuminews, JAKARTA - Mantan Kabareskrim Komjen Pol (Purn) Susno Duadji mengaku siap bergabung ke partai Partai Bulan Bintang (PBB). Gabungnya dia ke PBB bukan untuk berlindung dari kasus yang melibatkannya, tapi karena ia melihat PBB sebagai partai yang bersih.

"Saya siap kalau diajak, tapi bukan untuk jadi caleg. Kalau jadi caleg siapa yang mau memilih? Saya ini kan koruptor, koruptor masa mau dipilih?", ujar Susno kepada wartawan, di Taman Ismail Marzuki (TMII) Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (14/3). "Emangnya nanti saya di DPR mewakili para koruptor? Kan gak bagus," tambahnya.

Dijelaskan, dirinya memilih partai yang menurutnya bersih. Susno pun menegaskan, bahwa dirinya tidak takut dimasukan ke penjara setelah permintaan bandingnya ditolak Mahkamah Agung (MA).

"Saya tidak takut dijebloskan dipenjara, sehingga kapan pun Jaksa mengeksekusi saya, saya selalu siap," kata Susno yang didampingi kuasa hukumnya. Ia juga membantah bahwa dirinya kabur ke luar negeri setelah putusan kasasinya ditolak oleh MA.
 
Seperti diketahui, saat melayangkan surat panggilan eksekusi, Susno menolak dimasukkan ke Lembaga Pemasyarakatan Cibinong karena putusan kasasi tidak mencantumkan masa hukuman.
 Pengacara Susno, Fredrich Yunadi mengaku sudah mendatangi Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan untuk menolak eksekusi pidana penjara kliennya karena memang putusannya hanya mencantumkan menolak permohonan kasasi dan membebankan biaya perkara Rp2.500.

Pengadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memvonis Susno Duadji dengan penjara tiga tahun enam bulan dan mewajibkan Susno membayar denda Rp200 juta subsidair enam bulan penjara karena dinilai terbukti bersalah dalam kasus korupsi PT Salmah Arowana Lestari dan korupsi dana pengamanan Pilkada Jawa Barat.

Susno dinilai terbukti menyalahgunakan kewenangannya saat menjabat Kabareskrim Mabes Polri untuk melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus Arowana. (Malik)
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu

Loading...