Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Monday, November 12, 2012

Malik Sukabumi

Gabungan Ormas/OKP Islam kota dan Kabupaten Sukabumi Tuntut Pembubaran Ahmadiyah.


sukabuminews, SUKABUMI - Terkait isu pencalonan salah seorang calon dari kader ahmadiah yang akan ikut meramaikan pemilukada kota Sukabumi 2013, sekitar seratus orang lebih mas gabungan dari 3 ormas/OKP Islam se-kota dan kabupaten Sukabumi menggelar aksi  unjuk rasa, Senin (12/11).

Mereka menggelar orasi di hadapan Pendopo Kabupaten dan Balaikota Sukabumi.

Selain meminta kepada masyarakat agar hati-hati dalam menentukan sikap dan pilihan, dalam orasinya merekapun mendesak kepada pemerintah kota dan kabupaten Sukabumi untuk segera menutup tempat-tempat kegiatan Jamaat Ahmadiyah (JAI) sekaligus menindak tegas mereka yang melanggar. 

“Kami mendesak tegas kepada Pemerintah Kota dan Kabupaten Sukabumi khususnya dan pemerintah provinsai Jawa Barat pada umumnya untuk segera membubarkan Jamaat Ahmadiah (JAI) tanpa terkecuali)”, tegas ust. Helmi, dihadapan para pengunjuk rasa dan para wartawan.

Dalam orasinya merekapun tak segan-segan, mendesak agar pemerintah kota dan Kabupaten, untuk segera pula mencabut ijin tempat-tempat hiburan malam dan tidak menerbitkan ijin, serta melakukan penertiban hotel-hotel, tempat kost dan tempat-tempat lain yang terindikasi kerap dijadikan tempat maksiat.

Aksi yang dilakukan oleh 3 ormas Islam, yakni, Fron Pembela Islam (FPI), Gerakan Masyarakat Pembela Akidah (Gempa), Barisan Anti Aliran Sesat (Brrantas), berlangsung damai.
Meski demikian sejumlah aparat tetap disiagakan demi mengantisifasi hal-hal yang tidak diinginkan.



Tidak hanya di Sukabumi, pada hari yang sama, terkait isu pembubaran Ahmadiah, puluhan massa Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Cianjur pun berunjuk rasa di depan Kantor Pemkab Cianjur, Jalan Siti Jenab. Mereka menuntut Bupati Cianjur segera mengeluarkan surat pelarangan dan pembubaran Ahmadiyah di Cianjur. 

Dalam unjuk rasa tersebut, sempat terjadi adu mulut degan petuas Satpol PP karena pengunjuk rasa tidak diperkenankan masuk dalam area kantor Pemkab. Namun, setelah adaya negoisasi akhirnya para pengunjuk rasa bisa masuk namun dalam pengawalan ketat anggota Satpol PP dan petugas kepolisian Polres Cianjur.
Kedatangan puluhan massa FPI Cianjur ke pemkab menggunakan iring-iringan sepeda motor dilengkapi juga dengan atribut seperti spanduk dan bendera. Setibanya di depan Kantor Pemkab Cianjur, mereka langsung berorasi. 

“Pemerintah harus tegas dalam menyikapi ini. Kalau tidak, kami yang akan bertindak. Sebelum itu terjadi, kami meminta agar pemerintah segera bertindak,” kata Ketua DPW FPI Cianjur Awaludin.
Tidak hanya pemerintah, pihaknya juga meminta kepada aparat keamanan untuk bersikap serupa. Pasalnya, dirinya menilai, keberadaan Ahmadiyah telah meresahkan. “Hanya satu tuntutan kami, bubarkan Ahmadiyah," ucapnya.

Usai berorasi, para pengunjuk rasa melanjutkan aksi dengan mendatangi Masjid Al Ghofur di Jalan Dr Muwardi (Bypass). Massa meminta agar masjid tersebut tidak lagi digunakan oleh Jemaat Ahmadiyah. Namun, dalam aksi tersebut petugas berhasil menghalau massa untuk tidak melakukan hal yang tidak diinginkan. (Malik- Tedi S.)
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu