Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Friday, September 28, 2012

Malik Sukabumi

Rp 1 Triliun dari APBN untuk Membangun Selatan Jabar


sukabuminews, BANDUNG - Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional, Armida Salsiah Alisjahbana, mengatakan, pembangunan jalur di kawasan pantai selatan Jawa Barat rencananya dimulai awal 2013. Dana sebesar Rp 1 triliun telah disiapkan dalam RAPBN 2013 untuk pembangunan kawasan tersebut.

“Bila pembahasan di DPR dan sebagainya mengenai rencana pembangunan jalur tersebut lancar, awal tahun depan kita bisa memulainya,” kata dia, seperti dilansir Pikiran Rakyat Online, seusai seminar yang diselenggarakan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Jawa Barat, di Bandung, Jumat (28/9/12).

Dia menambahkan, saat ini pemerintah sedang melakukan kajian terhadap ruas jalan yang ada di kawasan pantai selatan Jabar tersebut. Namun demikian, dia tidak mengetahui ruas jalur mana saja yang sedang dikaji. “Kementerian Pekerjaan Umum yang lebih mengetahui teknisnya,” kata dia.

Dia menambahkan, ide dasar pembangunan jalur di kawasan Jabar Selatan adalah menciptakan konektivitas antara pulau Sumatra dan Jawa. Selain itu, tuturnya, pembangunan tersebut ditujukan pula untuk menciptakan kelancaran arus transportasi.

“Inti dari rencana tersebut adalah bagaimana jalur selatan di pulau Jawa ada konektivitas. Khusus Jabar, dari Sumatra jalur tersebut akan ke Banten, lalu ke Tanjung Lesung. Terlebih Tanjung Lesung, pasalnya daerah tersebut merupakan kawasan ekonomi khusus (KEK), setelah itu, jalur kemudian akan terus berlanjut hingga Jateng,” ujarnya.

Dengan demikian, menurut dia, pulau Jawa nantinya akan memiliki tiga akses jalur transportasi, mulai dari Jawa bagian utara, tengah, dan selatan. Dia menambahkan, pemerintah sebelumnya telah membangun ruas jalan Jateng bagian selatan. Sementara ruas jalan Jatim bagian selatan sedang dalam proses pengerjaan.

Dia menambahkan, dalam pembangunan jalur di kawasan selatan Jawa tersebut perlu ada sinergitas antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Menurutnya, bila pemerintah pusat dan daerah berjalan sendiri-sendiri, sehingga menyebabkan tidak adanya kesatuan perencanaan, dan pembangunan malah akan menjadi sulit. (Red***)
Subscribe Situs Ini via Email :

1 komentar :

Write komentar

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu