Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Monday, August 20, 2012

sukabumiNewsnet

KH. Muhammad AR, sesalkan adanya pungli terhadap Calon Jemaah Haji


sukabuminews, (SUKABUMI) - Menanggapi pemberitaan salah satu surat kabar mingguan nasional di Sukabumi beberapa waktu lalu terkait kasus dugaan pungutan liar (pungli) oleh oknum salah satu Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), bekerjasama dengan Kementrian Agama (kemenag) Kabupaten sukabumi kepada calon jemaah hajinya, Pimpinan Yayasan Adda’wah Cibadak, sekaligus Penasehat MUI Kabupaten Sukabumi, KH. Muhammad AR menyesalkan perbuatan yang dilakukan pihak KBIH itu.

Tidak hanya itu, ia pun mengutuk keras perbuatan yang dilakukan KBIH, bekerjasama dengan kemenag tersebut. “Sejauh ini  yang namanya pungutan diluar ketentuan, itu jelas tidak dibenarkan dan sangat membebani”, Jelas KH. Muhammad kepada media ini ditemui sesaat setelah menyampaikan Khutbah Iedulfitri 1433 H, di lapang Sekarwangi, Cibadak, kabupaten Sukabumi, belum lama ini.

Dikatakan Kiyai, bagi jemaah haji kita, apapun mereka bayar,  meski belum tentu ikhlas, yang penting mereka bisa berangkat.  Karena kalau tidak dibayar takut tidak berangkat. Apalagi bagi yang sudah menunggu sekian tahun kebelakang.  “Mestinya dalam hal ini pemerintah transparan, untuk apa biaya itu”, ujarnya.

Disinggung mengenai mahalnya biaya Ibadah haji Indonesia dibanding dengan negara-negara lain, beliau mengatakan sebetulnya hal itu bisa ditekan. “Berdasarkan kuota yang ada, jemaah haji kalaupun bisa berangkat, baru bisa berangkat 3 atau 5 tahun yang akan datang”, katanya. “Bayangkan jika uang mengendap selama lima tahun, berapa bunga yang dihasilkan”, lanjut pak Kiyai.

Menurutnya,  taro lah minimal biaya keberangkatan ibadah haji minimal Rp. 25 juta/orang, kali sekian ratus ribu orang, kali Rp. 25 juta, kali sekian tahun. Berapa keuntungan yang bisa diperoleh oleh kemenag?.  Lalu keuntunagan tersebut gunanya untuk apa?.  Seharusnya, lanjut pak Kiyai, kalau sistim seperti itu, dari kelebihan, kalaulah dikatakan itu bunga, atau nisbah berdasarkan istilah kita, seharusnya bisa memberikan subsidi kepada calon jemaah haji yang akan datang yang mereka harus menunggu.  “Bukan malah sebaliknya mereka harus memberikan keuntungan yang demikian besar kepada kemenag”. Terang pak Kiyai.

Jamaah pada Shalat Iedulfitri 1433 H, di lapang Sekarwangi.
“Sehingga seolah-olah kementrian agama ini terkesan selalu mengambil kesempatan setiap tahun keberangkatan ibadah haji, dimana kegunaanya ini secara tidak jelas dilaporkan ke masyarakat”, tegasnya.  Sikap sepeti itulah salah satu contoh adanya krisis moral dari materi khutbah Iedulfitri yang yang disampaikan, yakni menyinggung masalah krisis moral, kpepemimpinan, dan keilmuan.

Hadir pada pelaksanaan Shalat Iedufitri 1433 H, di lapang sekarwangi tersebut yakni  Ketua ICMI Kecamatan Cibadak sekaligus pembina Badan Amil Zakat Kabupaten Sukabumi,  KH. Nurdin AR, Camat Cibadak, Herwanto, Kapolsek Cibadak, Kompol Somanrti, Danramil Cibadak, Kapten Hendri Sucipto beserta unsur muspika Cibadak bersama ribuan masyarakat lain di luar wilayah kecamatan Cibadak.

Sebelum pelaksanaan shalat Iedulfitri,  Camat Cibadak mendapat kesempatan untuk membacakan tek sambutan Bupati Sukabumi pada Shalat Iedulfitri 1433 H. (Malik)
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu