Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Thursday, June 14, 2012

Redaktur

SEORANG WARTAWAN DIBUAT KESAL KETUA TIM RELAWAN BALON WALIKOTA SUKABUMI


Kota Sukabumi (sukabumiOnlinenews) – Seorang tamu, yang diketahui wartawan sebuah media dibuat jengkel oleh MA (initial), Ketua Tim Relawan salah satu Bakal Calon (Balon) Walikota Sukabumi untuk Pilkada 2013. Padahal sejak awal wartawan tersebut sudah diberitahu dan dijanjikan oleh Ketua Tim Relawan itu untuk bisa menemui Balon yang diusungnya, Selasa sore (12/6) kemain.

Adapun tamu itu yakni dari sukabumiOnlinenews (son) sekaligus wartawan Surat Kabar Umum Info Polisi dan Tabloid Duta Bangsa. Ia sengaja datang atas pemberitahuan MA, bahwa saat itu lah son bisa bertemu balon untuk membincangkan apa yang sudah bicarakan kepada MA sebelumnya. “Saat itu saya bersedia datang karena mendapat kesempatan dari MA untuk bertemu langsung dengan Balon”, ujar son. 

Dijelaskan, son datang ke tempat kediaman Balon menyangkut beberapa hal yang akan di sampaikan sekaligus konfirmasi mengenai pencalonannya menuju Pilkada Kota Sukabumi 2013 mendatang.

Namun setelah berada ditempat, son malah dibiarkan menunggu. Bahkan MA seolah tidak memperdulikannya. “Memang saat itu saya sudah kirim pesan melalui SMS kepada MA, bahwa saya tidak akan ikut hadir dalam pertemuan dengan tim relawan yang sedang diadakan saat itu”. Kata  son. “Saat itu memang sedang ada berkumpul wakil-wakil relawan dari 7 kecamatan se-Kota Sukabumi”, tambahnya.

Menurut informasi, pertemuan tersebut biasa dilakukan Balon dan timnya demi lebih memperkuat eksistensi kinerja mereka dalam mensosialisasikan dirinya. Sementara menurut son, ia menunggu di ruang lain, tak jauh dari tempat pertemuan tim relawan itu.

Karena waktu Maghrib telah tiba, pertemuan yang dipimpin Balon itupun segera bubar. Sedangkan son  bergegas melaksanakan shalat magrib lebih dulu agar pertemuannya dengan ketua tim dan Balon yang diduga sudah dijadualkan Ketua Tim Relawan sebelumnya dalam keadaan tenang.

Usai melaksanakan shalat, son mendapat kabar dari salah seorang penjaga rumah bahwa ia disuruh menunggu oleh MA. Sementara MA akan melaksan shalat Magrib.

Disebabkan terlalu lama menunggu, akhirnya son memutuskan untuk mengontak MA dengan selulernya.

Alangkah kaget dan kesal perasaan son tatkala mendengar jawaban dari MA yang dihormati dan dipercayakan untuk mengantar son bertemu dengan Balon saat itu sudah berada di rumahnya sendiri. “Saya sudah berada di rumah, karena bapak (red. balon) saat ini ada jadual lain”, ucapnya tanpa beban, lalu mempersilahkan son untuk menemuinya sendiri.

Tanpa basa basi, son langsung menemui Balon yang kala itu akan berangkat demi memenuhi jadual pertemuan di tempat lain. Sedangkan son hanya diberi kesempatan untuk mengatakan maksud bertemu dengannya. Kepada Balon, son hanya bisa mengungkapkan kekesalan atas perlakuan MA terhadap dirinya. Sedangkan maksud utama kedatangan son kehadapannya belum sempat dibicarakan, mengingat saat itu Balon akan berangkat menuju jadual pertemuanya di tempat lain.

Saat itu Balon sempat mengucap kata maaf atas ketidak nyamanan waktu yang diberikannya. Ia berpesan agar son bisa bertemu lain waktu. Namun entah karena terburu-buru, atau memang tidak perduli dengan keadaan, saat itu Balon tidak berani memintakan maaf atas perlakuan MA terhadap son beberapa saat lalu. (Red)
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu