Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Tuesday, April 24, 2012

Malik Sukabumi

HMI dan BK HIMASI Sukabumi Ontrog Kantor BPPT Kab. Sukabumi.


Kabupaten Sukabumi
Sukabumionlinenews - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Badan Koordianasi Himpunan Mahasiswa Sukabumi (BK HIMASI), berunjuk rasa, mendatangangi Kantor Pelayana Perizinan Terpadu (BPPT) Kabupaten Sukabumi, Senin (23/2).

Dalam orasinya, mereka mempertanyakan kebijakan dinas yang dipandang paling bertanggung atas maraknya toko moderen yang disebut bisnis waralaba, seperti Indomart, Alfamart, Yomart dan sejenisnya, hingga mengakibatkan terbunuhnya secara berantai perekonomian yang bergerak pada tatanan Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

“Dengan mudahnya mereka memberikan izin. Padahal BPPT seharusnya lebih berhati-hatidalam mengeluarkan izin”, katanya kordinator aksi, Dede Abdulatif dihadapan para wartawan.

Dijelaskan, sekitar 131 minimarket yang ada di Kabupaten Sukabumi dengan 10 minimarket di tiap kecamatannya tidak memiliki Izin UsahaToko Moderen (UTM). “Mereka hanya sebatas memiliki SIUP”, tegasnya.

Oleh sebab itu mereka meminta pihak BPPT bertanggung jawab, karena telah melanggar UU no. 25 tahun ’92 tentang koprasi. Kemudian lanjutnya, jika minimarket berdekatan dengan UKM maka minimarket itu tidak sah. “Untuk itu pihak BPPT harus meninjau ulang dan mencabut izin UTM,” tambahnya.

Selain itu, para mahasiswa juga menuntut agar terhadap para pengusaha bisnis waralaba ada pembinaan atau sangsi, karena menurutnya, mereka sering kali melanggar Peraturan Presiden (perpres) no 112 tahun 2007 yang menyatakan, minimarket-minimarket itu dibolehkan berbuka pukul 10.00 wib hingga 22.00 wib. Namun pada kenyataannya mereka buka selama 24 jam.

Dalam aksinya mereka sempat membakar ban bekas di tengah jalan, hingga memacetkan kendaraan sepanjang kurang lebih satu km. setelah itu mereka memasuki halaman Kantor BPPT bermahsud menemui Kepala kantor dinas tersebut.

Untuk meredam agar aksi tidak anarkis, Kepala kantor BPPT Kabupaten Sukabumi, Harry Mukharam bersedia keluar menemui dan berdialog dengan para pengunjuk rasa dengan pengawalan penuh puluhan personil aparat dari Polres Sukabumi Kota.

Setelah puas berdialog, para mahasiswa langsung membubarkan diri dan meninggalkan kantor BPPT  dengan tertib. (Red***)
Berlangganan update artikel/berita terbaru via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu