Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Tuesday, April 24, 2012

Malik Sukabumi

Ikrar Nusa Bhakti: Golkar Melakukan Manipulasi Politik


JAKARTA
Sukabumionlinenews -  Partai Golkar dianggap telah melakukan manipulasi politik terhadap publik, jika agenda percepatan rapat pimpinan nasional (rapimnas) yang semula dijadwalkan pada Oktober, dimajukan menjadi Juli 2012, hanya untuk menetapkan Aburizal Bakrie atau Ical sebagai capres.

Ikrar Nusa Bhakti, pengamat politik dari LIPI menilai, Partai Golkar telah melakukan manipulasi politik terhadap publik, jika agenda percepatan rapat pimpinan nasional (Rapimnas) semula Oktober, dimajukan menjadi Juli 2012, hanya untuk menetapkan Aburizal Bakrie atau Ical sebagai capres.

“Golkar melakukan manipulasi politik. Ical pernah berbicara, peluang terbuka bagi elite dan tokoh Golkar yang lain untuk maju sebagai capres. Selain Jusuf Kalla, Akbar juga sangat potensial menjadi capres Golkar,” ujar Ikrar Nusa Bhakti, pengamat politik dari LIPI kepada wartawan, di Gedung DPR, Senin (23/4/2012).

Jika Golkar ngotot forum rapimnas dijadikan untuk menetapkan Ical sebagai capres, lanjut Ical, maka akan berdampak buruk. Tak hanya di internal Golkar, melainkan juga bagi para calon pemilih.
"Pemaksaan untuk tetap mencalonkan hanya Ical sebagai capres,  akan merusak kredibilitas Ical sebagai politisi dan pimpinan partai. Ical  bisa dianggap sebagai figur yang ambisius dan
mengabaikan aspirasi elemen-elemen Golkar lainnya," Ikrar mengingatkan.

Ikrar menyarankan, percepatan rapimnas sebaiknya membahas mekanisme pencalonan, bukan forum legitimasi bagi pencapresan Ical.

“Golkar harus belajar dari dua kali kekalahan dalam pemilihan presiden langsung. Jika dalam suasana konflik, belum ada titik temu, kemudian capres ditetapkan, hasilnya  buruk bagi Golkar,” paparnya.
Ikrar mengingatkan kembali, elektabilitas Ical dalam berbagai survei, relatif rendah.

"Coba tanya masyarakat Sidoardjo yang terkena dampak Lumpur Lapindo, pasti menolak (Ical)," tandasnya. (*) - TRIBUNNEWS.COM
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu