Breaking
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Friday, March 23, 2012

Malik Sukabumi

Kebijakan Pemerintahan Menaikkan Harga BBM Dinilai Tidak Populis dan Tidak Pro Rakyat.



Kota Sukabumi (SukabumiOnlineNews)
Kebijakanpemerintah yang akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) awal April2012  mendatang, saat ini dinilai paramahasiswa tidak populis dan tidak pro rakyat. Sebab menurut para mahasiswa,kondisi sebagaian besar masyarakat Indonesia saat ini masih jauh dari katasejahtera, atau dengan kata lain, dalam kondisi miskin.

“Ketikaharga BBM naik, secara otomatis harga sembako dan lainnya akan naik pula”, kataDede Abdul Latif, koordinator aksi, dalam orasinya saat berunjuk rasa menolakrencana pemerintah menaikkan harga BBM di kantor Pemerintah Daerah (Pemda) KotaSukabumi, Senin, (19/03) lalu.

Setelahpuas menyampaikan aspirasi di depan kantor Pemda Kota Sukabumi, merekamelanjutkan aksinya di halaman gedung DPRD Kota Sukabumi.

Sempatterjadi adu mulut antara wakil pengunjuk rasa dengan salah seorang anggotadewan yang menerioma kedatangan para mahasiswa yang tergabung dalam HimpunanMahasiswa Islam (HMI) se-Kota dan Kabupaten Sukabumi ini, saat mereka inginmemasuki ruangan gedung, bermaksud ingin menemui ketua DPRD kota Sukabumi yangsaat itu sedang tidak berada ditempat.

MeskiAksi berlangsung damai, namun untuk menjaga kemungkinan yang akan terjadi,kurang lebih dua peleton aparat kepolisian dari polres Sukabumi Kota tetapdisiagakan.

Sementaraitu, wakil ketua DPRD Kota Sukabumi, Ahmad Fahmi, ketika dikonfirmasi mengenaiabsennya ketua DPRD saat itu mengatakan, dirinya tidak mengetahui dengan pastitentang absennya ketua saat itu. Dan itu diungkapkan Fahmi kepada media ini, sesaatsetelah para mahasiswa pengunjuk rasa meninggalkan gedung dewan.

Mengenaikeputusan pemerintah akan menaikkan harga BBM ini, Fahmi berharap agar  pemerintah menunda rencana tersebut. (Malik)
Subscribe Situs Ini via Email :

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu